Categories
Arsip

Kuasa Media Sosial Atas Politik

Kuasa Media Sosial Atas Politik

Partisipasi masyarakat terbukti sangat besar, dalam politik, pemilu, dan kebijakan pro-rakyat melalui media sosial. Hal ini terbukti dalam seminar bertajuk “Politisasi Media Sosial: Dari Jakarta Baru Ke Indonesia Baru” yang diadakan oleh Public Virtue Institute pada 18 Oktober di Jakarta.

Seminar ini membahas pemanfaatan media sosial untuk politik, khususnya pemenangan Jokowi-Ahok dalam Pemilukada DKI Jakarta. Seperti diketahui saat kampanye 2012 lalu, Jokowi-Ahok secara aktif menggunakan media sosial untuk berinteraksi sekaligus sebagai ajang bersosialisasi. Ketua penyelenggara seminar, Usman Hamid menyatakan dewasa ini pemerintah memanfaatkan media sosial untuk membangun keterbukaan seperti contohnya mengunggah video rapat di Youtube yang dilakukan oleh Basuki Tjahja Purnama. Beberapa partai peserta pemilu 2014 juga menggunakan media sosial seperti Twitter dan Facebook, sehingga anak muda yang dulu dianggap tak peduli politik saat ini berperan dalam menentukan arah kebijakan publik.

“Tapi memang tingkat keaktifan warga itu semakin tinggi. Kalau dulu pejabat bilang anak muda nggak peduli politik, nggak pernah bersuara. Sekarang lihat aja, hampir setiap hari, setiap jam, setiap menit, di timeline Twitter di linimasa Facebook mereka berpolitik dalam pengertian paling sederhana, menyampaikan pendapat, mengkritik kebijakan, menyebarkan informasi, berinteraksi tentang isu kebijakan publik,” kata Usman.

Usman juga menambahkan penggunaan media sosial sebagai salah satu senjata strategi pemenangan kandidat di bursa politik diperkirakan mampu mengubah peta kekuatan politik yang akan semakin terasa menjelang pemilihan umum di bulan April 2014 mendatang.

(Ardi Irawan/Aristian Zulfikar/ Antara)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *