Categories
Expert Opinion

HAM di Burma pasca kudeta militer

Usman Hamid – Board of Director Public Virtue

Komunitas internasional, ASEAN, dan Indonesia perlu mengambil langkah yang lebih tegas untuk menghentikan pertumpahan darah dan pelanggaran hak asasi manusia lainnya terhadap laki-laki, perempuan, dan anak-anak yang terjadi di Burma sejak angkatan bersenjata Tatmadaw melakukan kudeta terhadap pemerintah demokratis pada 1 Februari yang lalu.

Hingga 13 April, Assistance Association for Political Prisoners (AAPP) mencatat setidaknya 3.054 orang yang berada dalam tahanan, termasuk di antaranya politisi, aktivis pro-demokrasi, pembela HAM, dan jurnalis.

Data AAAP juga menunjukkan ada setidaknya 714 orang tewas dalam tindak kekerasan yang dilakukan aparat keamanan per 13 April. Jumlah kematian yang sebenarnya diduga lebih tinggi. Demonstrasi terus berlangsung selama lebih dari dua bulan di berbagai daerah. Tatmadaw juga memutus akses internet.

Selengkapnya silakan akses https://www.aa.com.tr/id/berita-analisis/opini-ham-di-burma-pasca-kudeta-militer/2208198

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *